Oleh: Vijai Lasawedi (Mahasiswa Perikanan Untad)
Opini – Menanggapi informasi dari Media Info Ampana tentang praktik destructive fishing menggunakan bom ikan pada tanggal 27 Juli 2026 di perairan Desa Pautu, Kec. Talatako, Kab. Tojo Una-Una saya, Vijai Lasawedi, selaku mahasiswa Perikanan Universitas Tadulako, sangat prihatin atas kejadian tersebut.
Saya berharap pemerintah dapat menyikapi persoalan ini dengan sangat serius karena ini bukan masalah kecil, melainkan ancaman nyata bagi kelestarian sumber daya laut.
Sebagaimana kita ketahui, terumbu karang memiliki fungsi yang sangat penting. Terumbu karang merupakan rumah bagi berbagai jenis ikan, tempat ikan berkembang biak, mencari makan, dan berlindung. Kerusakan terumbu karang akibat bom ikan tentu akan berdampak pada menurunnya populasi ikan dan hasil tangkapan nelayan.
Selain itu, terumbu karang juga memiliki nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat pesisir, khususnya di wilayah kepulauan. Terumbu karang dapat menjadi daya tarik wisata bahari. Seperti yang kita ketahui, Kepulauan Togean merupakan kawasan Taman Nasional yang memiliki banyak jenis ikan endemik dan diakui memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi.
Jika terumbu karang terus dirusak, maka potensi wisata dan sumber penghasilan masyarakat juga akan ikut terancam. Dari sisi lingkungan, terumbu karang juga berperan dalam menyerap karbon sehingga dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi perhatian dunia.
Sebagai mahasiswa Perikanan, saya berharap pemerintah daerah benar-benar memberikan perhatian terhadap persoalan ini. Selain menindak tegas pelaku pengeboman ikan, saya juga mengusulkan agar dilakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai pentingnya menjaga terumbu karang.
Dengan begitu, masyarakat akan semakin memahami bahwa menjaga terumbu karang berarti menjaga sumber kehidupan, lingkungan, dan masa depan bersama.

















