banner 728x250
Berita  

10 Siswa SDN 11 Ratolindo Diduga Keracunan Usai Mengonsumsi MBG, GMNI Touna Desak Evaluasi dan Pengawasan Program

Foto: Moh Ricky M. Nibi, Ketua DPC GMNI Tojo Una-Una
banner 120x600
banner 468x60

Bergulir.com, Tojo Una-Una – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-Una menyoroti adanya dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa SDN 11 Ratolindo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak 10 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 2 siswa harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dan dilarikan ke rumah sakit, sementara siswa lainnya mendapatkan penanganan sesuai kondisi yang dialami.

banner 325x300

Atas kejadian tersebut, GMNI Tojo Una-Una menyampaikan keprihatinan dan meminta seluruh pihak terkait untuk tidak menganggap persoalan ini sebagai kejadian biasa. Program MBG pada dasarnya merupakan program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, sehingga aspek keamanan, kualitas, kebersihan, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan makanan harus menjadi perhatian utama.

Ketua DPC GMNI Tojo Una-Una, Moh Ricky M Nibi mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut. Pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, serta kondisi kesehatan para siswa perlu dilakukan secara objektif dan transparan.

GMNI juga meminta agar kondisi seluruh siswa yang terdampak menjadi prioritas utama. Pemerintah dan pihak terkait harus memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang layak serta pendampingan hingga dinyatakan pulih.

Selain itu, GMNI Tojo Una-Una mendorong adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tojo Una-Una. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak kembali terjadi dan bahwa setiap makanan yang diberikan kepada peserta didik benar-benar memenuhi standar keamanan pangan dan kelayakan konsumsi.

GMNI Tojo Una-Una menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada siswa, tetapi juga dari terjaminnya kualitas, keamanan, kesehatan, dan keselamatan setiap penerima manfaat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *