Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan dengan tema “KEREN (Karakter, Edukasi, dan Pendampingan Pencegahan Stunting)” di Kantor Desa Tohupo, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai tersebut difokuskan pada pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting, pemenuhan gizi, kesehatan reproduksi, serta pola asuh pada anak remaja perempuan dan ibu yang memiliki anak balita.
Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG, Dr. Sukarman Kamuli, M.Si., dan Ariyanto Nggilu, S.Pd., M.Pd., Kepala Desa Tohupo Narwisman Muchtar Ishak, Ketua BPD Nureka Indrawan Harun, S.Pd., perwakilan Kepala Puskesmas Wardi Datau, S.K.M., Kader Posyandu Desa Tohupo, ibu-ibu PKK, serta masyarakat Desa Tohupo.
Koordinator Desa sekaligus Ketua Panitia kegiatan, Merdi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Tematik II UNG untuk hadir di tengah masyarakat melalui program edukasi yang berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi, penerapan pola asuh yang tepat, serta perhatian terhadap kesehatan reproduksi remaja perempuan. Edukasi ini diharapkan dapat membantu keluarga mengenali berbagai faktor yang berpotensi menyebabkan stunting sekaligus memahami langkah pencegahannya sejak dini.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Sukarman Kamuli, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keterlibatan mahasiswa dalam menjalankan program KKN, sekaligus mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Tohupo dan masyarakat terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
Menurutnya, kegiatan KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat memahami berbagai persoalan yang dihadapi, termasuk terkait pencegahan stunting.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam memberikan pemahaman dan solusi kepada masyarakat Desa Tohupo mengenai persoalan stunting,” ujar DPL dalam kesempatan tersebut.
Ia menambahkan, peningkatan pemahaman orang tua mengenai faktor penyebab stunting dan langkah-langkah pencegahannya merupakan salah satu manfaat penting dari pelaksanaan sosialisasi tersebut. Pengetahuan yang memadai di tingkat keluarga diharapkan dapat mendorong penerapan pola hidup sehat dan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Lebih lanjut, DPL menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader kesehatan, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat dinilai penting agar upaya edukasi dan pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat Desa Tohupo.
