Bergulir.com – Di sebuah kota kecil di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, tumbuh sebuah gerakan pendidikan yang hari ini mulai dikenal karena prestasi, kualitas pembinaan, dan dampaknya bagi anak-anak. Gerakan itu bernama Rumah Belajar Kita.
Di balik lahir dan berkembangnya Rumah Belajar Kita, terdapat sosok pendidik muda yang meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa jika diberikan lingkungan belajar yang tepat. Sosok tersebut adalah Suci Indasari, M.Pd., Gr., seorang guru pada salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Tojo Una-Una, pendidik Al-Qur’an bersanad, peneliti pendidikan, serta kandidat doktor Manajemen Pendidikan Islam.
Bagi Suci, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu. Pendidikan adalah upaya menumbuhkan karakter, membangun kepercayaan diri, dan membuka jalan masa depan bagi generasi muda.
Prinsip itulah yang kemudian melahirkan Rumah Belajar Kita pada tahun 2021.
Membangun Rumah Belajar yang Berbeda
Ketika sebagian besar lembaga bimbingan belajar hanya berfokus pada nilai akademik, Rumah Belajar Kita hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Lembaga ini dibangun di atas keyakinan bahwa anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berhitung dan menghafal. Mereka juga perlu dibimbing agar memiliki karakter yang baik, kecintaan terhadap Al-Qur’an, keberanian untuk bermimpi, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.
Karena itulah Rumah Belajar Kita menggabungkan pembelajaran akademik, tahfiz Al-Qur’an, literasi, pembentukan karakter, dan pendekatan positive parenting dalam satu ekosistem pendidikan yang terintegrasi.
Visi tersebut menjadikan Rumah Belajar Kita bukan sekadar tempat les, melainkan ruang tumbuh bagi anak-anak untuk menemukan potensi terbaik mereka.
Prestasi yang Lahir dari Proses
Dalam beberapa tahun terakhir, Rumah Belajar Kita berhasil melahirkan berbagai prestasi yang membanggakan.
Siswa-siswa binaannya berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu pada berbagai kompetisi sains, matematika, bahasa Inggris, dan literasi tingkat nasional. Bahkan beberapa peserta didiknya berhasil meraih Medali Emas, perak dan perunggu diberbagai ajang olimpiade nasional
Tidak hanya itu, berbagai siswa binaan Rumah Belajar Kita juga berhasil menorehkan prestasi dalam bidang kepenulisan, hafalan Al-Qur’an, hadist, dan pendidikan karakter.
Namun bagi Suci Indasari, prestasi tersebut bukanlah tujuan utama.
“Medali memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah proses yang membentuk anak menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan mencintai belajar,” ujarnya.
Filosofi tersebut menjadi alasan mengapa Rumah Belajar Kita terus berkembang sebagai lembaga yang menekankan kualitas proses dibanding sekadar hasil akhir.
Pembelajar Sepanjang Hayat
Komitmen Suci terhadap pendidikan tercermin dari perjalanan akademiknya yang terus berlanjut.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, profesi guru, dan magister pendidikan, ia saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.
Tidak berhenti di sana, ia juga aktif mengikuti berbagai program pembelajaran internasional dari universitas-universitas terkemuka dunia seperti Stanford University, Yale University, Yonsei University, dan Sungkyunkwan University.
Baginya, seorang pendidik harus terus bertumbuh agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Prinsip inilah yang kemudian menjadi budaya belajar di Rumah Belajar Kita: guru belajar, siswa belajar, dan lembaga terus belajar.
Pendidikan dan Al-Qur’an Berjalan Beriringan
Selain dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan, Suci juga aktif dalam dunia pendidikan Al-Qur’an.
Di bidang pendidikan Al-Qur’an, Suci Indasari dikenal aktif mendalami dan mengajarkan ilmu Al-Qur’an. Pada tahun 2025, ia menyelesaikan talaqqi Al-Qur’an 30 juz riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim di bawah bimbingan Dr. Syaikh Faisal Hamood Ahmed Ismail Al-Yamani (Yaman), serta memperoleh ijazah bacaan Al-Qur’an dengan sanad yang tersambung hingga Rasulullah ﷺ. Komitmen tersebut terus diwujudkannya melalui aktivitas mengajar Al-Qur’an kepada peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia hingga lintas negara melalui platform pembelajaran daring.
Nilai-nilai Al-Qur’an tersebut kemudian menjadi fondasi penting dalam pengembangan program Rumah Belajar Kita.
Karena itu, keberhasilan yang diharapkan tidak hanya berupa kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual dan akhlak yang baik.
Melahirkan Generasi yang Siap Bersaing
Di tengah berbagai tantangan pendidikan saat ini, Rumah Belajar Kita hadir membawa harapan bahwa anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.
Melalui pendampingan yang konsisten, metode pembelajaran yang menyenangkan, serta lingkungan yang mendukung, lembaga ini terus mendorong peserta didiknya untuk berani bermimpi besar.
Di bawah kepemimpinan Suci Indasari, Rumah Belajar Kita tidak hanya membina siswa agar berprestasi, tetapi juga menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan dengan ilmu, karakter, dan keimanan.
Perjalanan ini masih panjang.
Namun dari sebuah ruang belajar sederhana di Tojo Una-Una, sebuah pesan besar terus disampaikan kepada masyarakat:
Bahwa pendidikan yang berkualitas tidak ditentukan oleh di mana seseorang berasal.
Ketika ilmu dipadukan dengan ketulusan, ketika mimpi dipadukan dengan kerja keras, dan ketika pendidikan dijalankan sebagai bentuk pengabdian, maka anak-anak dari daerah pun mampu berdiri sejajar dengan siapa saja di dunia.
Dan itulah semangat yang terus dihidupkan oleh Suci Indasari melalui Rumah Belajar Kita.

















