Ampana – Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei kemarin, sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Tojo Una-Una menggelar diskusi publik bertajuk “Nasib Buruh di Tengah Efisiensi”. Kegiatan ini dilangsungkan di Warkop Aweng, Ampana, pada sabtu malam (2 Mei 2026).
Diskusi ini menghadirkan dua pemantik utama, yakni Rahmat Pasau (Ketua PC-FSPMI Kab. Touna & Ketua Koperasi Transportasi Maritim Touna) serta Moh. Fikri Agusti yang hadir mewakili representasi Tokoh Pemuda Tojo Una-Una.
Dalam pemaparannya, Rahmat Pasau menyoroti tren efisiensi perusahaan yang belakangan ini kerap menjadi ancaman bagi stabilitas kerja. Menurutnya, kebijakan efisiensi sering kali dijadikan alasan pembenar untuk pemangkasan hak-hak buruh atau pengurangan tenaga kerja tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Senada dengan hal tersebut, Moh. Fikri Agusti menekankan bahwa isu buruh bukan hanya urusan pekerja semata, melainkan tanggung jawab moral kaum muda. Ia mengajak seluruh OKP di Touna untuk lebih peka dan terlibat aktif dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang bersentuhan dengan nasib rakyat kecil.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen organisasi kepemudaan, di antaranya HMI Komisariat PSDKU Untad Touna, PC PMII Tojo Una-Una, EK LMND Tojo Una-Una, DPC GMNI Tojo Una-Una, serta Himpunan Mahasiswa Manajemen PSDKU Untad Tojo Una-Una.”
Diskusi may day tersebut bukan hanya ruang dialektika semata, tetapi ini merupakan ajang silaturrahmi antar OKP dalam menyambut momentum hari buruh.






